Minggu, 03 April 2011

BUDIDAYA CABAI MERAH KERITING DI LAHAN KERING


Add caption











PENDAHULUAN Cabai (Capsicum annum) merupakan komoditas sayuran yang banyak mendapat perhatian karena memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Kebutuhan akan cabai terus meningkat setiap tahun sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkembangnya industri yang membutuhkan bahan baku cabai. Meskipun kebutuhan cabai meningkat, akan tetapi poduksi cabai di Jawa timur masih rendah. untuk memnuhi kebutuhan tersebut, peningkatan produksi perlu dilakukan melalui penanaman cabai di lahan kering secara intensif dengan memperhatikan pemilihan varietas yang tepat, benih yang bermutu, umur bibit yang tepat untuk ditanam, penggunaan pupuk yang berimbang serta pengendalian hama penyakit secara selektif. VARIETAS Varietas cabai merah keriting ada 2 jenis, yaitu : - Jenis hibrida TM 888, TM 99, CTH 01, Salero dan Taro. - Jenis non hibrida Cemeti dan lares. PEMBIBITAN Bibit cabai diperoleh dengan cara membuat pesemaian terlebih dahulu. sebelum disemaikan biji direndam dengan larutan 10% Natrium Fosfat (Na3PO4) atau air panas 45-50 Derajat Celcius selama 1 jam untuk mengurangi kontaminasi virus. Media semai adalah campuran tanah, pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 1:1:1, kemudian dimasukkan kedalam kantong plastik putih transparan berdiameter 6 cm, panjang 10 cm. Biji cabai satu persatu dimasukkan ke dalam kantong plastik ditutup dengan tanah halus. Kantong plastik ditempatkan dalam pesemaian dengan arah utara Selatan dan menghadap ke timur. tempat pesemaian diberi atap dari rumbia/jerami kering/plastik putih yang mudah dipasang atau dilepas. satu minggu setelah tumbuh dilakukan pemupukan dengan menggunakan NPK satu sendok makan dicampur dengan 15 liter air, kemudian disiramkan pada pesemaian. setelah bibit berumur 24-30 hari, atau sudah berdaun 3-4 helai, tanaman cabai siap ditanam di lapangan. PENANAMAN a. Persiapan lahan Lahan dipilih yang tidak terkontaminasi penyakit dengan cara melihat kondisi pertanaman sebelumnya, dan bukan bekas tanaman dari keluarga terong-terongan. Pengolahan tanah dilakukan dengan bajak sedalam 30 cm dan dilanjutkan dengan pembersihan gulma, kemudian dibuat bedengan dengan panjang 5 m, lebar 1 m, antar bedengan dibuat parit selebar 50 cm dengan kedalaman 20-25 cm, dan disekeliling bedengan dibuat saluran air. b. Waktu tanam Penanaman dilakukan sore hari waktu musim penghujan, yaitu sekitar bulan Nopember. Sebaliknya sebelum ditanam akar semaian dicelupkan kedalam 0,1% Previcur selama 5 menit. Jarak tanam 50 cm X 40 cm, selesai penanaman langsung disiram. PEMUPUKAN Pupuk dasar berupa pupuk kandang matang 20-30 ton/ha, diberikan 7-10 hari sebulum tanam, sedangkan pupuk lain yang diberikan adalah Urea 50 kg/ha, SP-36 150 kg/ha dan KCL 50 kg/ha yang diberikan pada saat tanam. pupuk susulan adalah Urea 100 kg/ha, ZA 400 kg/ha dan KCL 200 kg/ha, diberikan pada saat tanaman berumur 1 (satu), 3 (tiga) dan 6 (enam) minggu, masing-masing dengan dosis i/3 dari dosis diatas. PEMELIHARAAN rumput yang tumbuh disekitar tanaman harus dibersihkan. Apabila tanaman tampak kurang air, dilakukan penyiraman secukupnya, khususnya pada tanaman yang masih muda. Masing-masing tanaman diikat dengan tali rafia pada ajir bambu. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT Pemantauan hama dan penyakit dilakukan setiap minggu sekali. Hama yang biasa menyerang adalah ulat tanah, pengisap daun, kutu daun dan lalat buah. Pengendalian ulat tanah secara mekanis dilakukan dengan mengumpulkan dan kemudian memusnahkannya. Bila populasi ulat tanah tinggi, tanaman disemprot dengan insektisida Curacron 500 EC, Desis 2,5 EC. Hama pengisap daun (T.palmi)dikendalikan dengan memasang White Trap sebanyak 40 Trap/ha. Bila populasinya mencapai ambang kendali, tanaman disemprot dengan insektisida Pegasus 500 EC. Kutu daun (M.persicae) dikendalikan dengan memasang Yellow trap sebanyak 40 trap/ha. Bila populasinya mencapai ambang kendali tanaman disemprot dengan insektisida Curacron 500 EC. lalat buah (B.ferruginous)dikendalikan dengan memusnahkan buah yang terserang, dan memasang trap berupa botol aqua besar yang didalamnya diberi kapas yang mengandung petrogenol dan insektisida Curacron 500 EC. setiap hektar dipasang 20-40 trap, atau menyemprot tanaman dengan insektisida Desis 2,5 EC. Beberapa macam penyakit penting yang biasa menyerang adalah bercak daun antranos dan layu bakteri. Apabila serangan penyakit bercak daun (C.capsici) merata, tanaman disemprot dengan fungisida Daconil 75 WP. Buah yang terserang cacar atau antarknos (C.capsici) seyogyanya dikumpulkan dan dimusnahkan. Bila serangan parah, tanaman disemprot dengan fungisida Anoil 50 SC. tanaman yang terserang layu bakteri (P.Solanacearum) dan virus, sebaiknya dicabut dan dimusnahkan. penyemprotan pestisida dilakukan sore atau pagi hari, dengan memperhatikan arah dan mata angin, nozle yang digunakan dan bila mencampur pestisida harus dipilih yang cocok. PANEN Bila buah 30% berwarna merah, panen mulai dilakukan dengan memetik buah beserta tangkainya. sebaiknya dilakukan pagi hari, interval panen 3-5 hari sekali dengan masa panen 1-2 bulan atau lebih. Buah yang cacat (karena penyakit atau penyebab lain) dipisahkan dari buah yang baik. Untuk pengangkutan, buah dimasukkan dalam karung jaring plastik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar